Teori Belajar Konstruktivistik

Teori Belajar Behavioristik
(oleh : Fadrik Adi F, S.Si)


Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman
Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pelabelan Total Sisi Ajaib dan Super Sisi Ajaib
pada Graph mp2, dengan m Bilangan Asli Ganjil
(Oleh: Fadrik Adi Fahrudin, S.Si)

Pelabelan ajaib pada graph diperkenalkan pertama kali oleh Kotzig dan Rosa pada pertengahan tahun 1960 dengan nama magic valuation, yang merupakan pemetaan satu-satu yang membawa setiap elemen pada graph ke himpunan bilangan bulat positif. Pelabelan ajaib tersebut pada dasarnya merupakan pengembangan konsep bujur sangkar ajaib (magic square) dengan orde n yang didefinisikan sebagai matriks yang elemennya adalah bilangan bulat positif dari 1, 2, 3, ….., n2, sedemikian hingga jumlah bilangan bulat pada setiap baris, kolom dan diagonalnya adalah sama dengan k, dimana k disebut bilangan ajaib. Pelabelan ajaib pada graph sesungguhnya merupakan kajian pada keilmuan teori graph yang banyak diaplikasikan antara lain pada kristalografi, sinar x, radar, astronomi, sistem alat jaringan komunikasi, desain sirkuit dan teori koding. Dalam aplikasi teori koding, teori graph digunakan untuk mendesain kode nonperiodik, yang masalah ini berekuivalen dengan pelabelan ajaib graph.
Pelabelan ajaib pada graph sejauh ini memang belum banyak mendapat kajian, terutama pada jenis graph yang tidak terhubung, padahal topik ini menjadi keunikan sifat pelabelan graph karena mempunyai karakteristik tertentu, misalnya ditunjukkan dengan jumlah bilangan ajaib yang selalu sama untuk setiap rangkaian graph. Contohnya adalah pelabelan total sisi ajaib atau edge magic total labeling dan pelabelan super sisi ajaib atau super edge magic labeling pada graph mP2, dengan m bilangan asli ganjil.
Graph mP2, dengan m bilangan asli ganjil adalah graph tidak terhubung yang memiliki V(mP2) = {v1, v2, v3, ...., v2m-1, v2m} dan E(mP2) = {v1v2, v3 v4,...., v2m-1v2m}, maka pelabelan total sisi ajaib pada graph mP2, dengan m bilangan asli ganjil didefinisikan sebagai fungsi bijektif f dari V E ke {1, 2, 3, ....., }, sehingga untuk setiap sisi vivi+1 pada graph berlaku , dengan k konstanta. Sedangkan pelabelan super sisi ajaib pada graph mP2, dengan m bilangan asli ganjil didefinisikan sebagai edge magic total labeling yang memetakan V ke himpunan {1, 2, 3, …., }, sehingga untuk setiap sisi vivi+1 pada graph berlaku , dengan k konstanta. Sebagai suatu bentuk bagian dari keilmuan teori graph, kedua jenis pelabelan ini dapat dimaknai sebagai jumlah label sisi dan label titik yang terkait langsung dengan sisi adalah sama untuk setiap rangkaian graph.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pendidikan Ideal Masa Kini

Pendidikan yang Ideal :
Whole Child Vs UAN
(by : Fadrik Adi Fahrudin, S.Si)

Ketika UU No. 22/1999 dan No. 25/1999 diberlakukan dan disusul dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional tentang sistem manajemen berbasis sekolah dan pemberian kewenangan terhadap daerah (bahkan sekolah) dalam mengelola pendidikan, timbul secercah harapan akan semakin membaiknya pembangunan pendidikan. Model pembangunan pendidikan yang sangat bersifat sentralistik dan monolitik serta menafikan perbedaan, secara drastis mestinya berubah menjadi desentralistik dan pluralistik, sehingga kepentingan dan kebutuhan serta potensi dan kemampuan daerah menjadi lebih terperhatikan dan terbangkitkan. Dengan desentralisasi pendidikan yang direpresentasikan melalui model pengelolaan Manajemen Berbasis Sekolah dan Manajemen Berbasis Masyarakat, segenap komponen sekolah menjadi semakin berperan. Penyusunan kurikulum nasional yang mengabaikan akar budaya dan kebutuhan masyarakat setempat, dengan pemberian kewenangan besar kepada daerah, mestinya tidak akan terulang kembali.
Pemberian kewenangan yang besar kepada para guru melalui manajemen berbasis sekolah dan kurikulum berbasis kompetensi pun diasumsikan akan mengembalikan harga diri dan rasa percaya diri pada guru yang di masa lalu sangat terpuruk akibat sistem yang bersifat instruktif. Akan tetapi, melihat kebijakan Depdiknas akhir-akhir ini, harapan yang mulai timbul tampaknya akan layu sebelum berkembang. Salah satu contoh yang paling aktual adalah pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) yang penuh kontroversial. UAN sebagai alat uji bagi siswa kelas terakhir SLTP dan SMU dalam kenyataannya tidak lain merupakan manifestasi keengganan pusat melepaskan kewenangannya dalam pengelolaan pendidikan. Lebih parahnya lagi, keengganan tersebut tidak dibarengi dengan kesiapan yang cukup sehingga muncullah kebijakan kontroversial yang sangat membingungkan menyangkut hal-hal seperti soal ujian ulang dan hak siswa tak lulus ujian untuk melanjutkan pendidikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selayang Pandang

aku adalah orang blitar. lahir tanggal 10 april 1982. bintangku aries dan aku sulung dari dua bersaudara. perhatian2!!!. aku masih jomblo n cuakep banget! pingin gabung bareng komunitasku, segera daftarkan dirimu sekarang. tempat terbatas....!!!
dijamin gak bakalan nyesal..................

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS